Laman

Daily Bread 1-5 Januari 2011

#1 Daily Bread

 "When we can no longer change a situation, we are challenged to change
ourselves." - Viktor Frankl

Apabila kita sudah tidak bisa mengubah situasi, kita ditantang untuk mengubah
diri sendiri.


Di saat mengalami keterpurukan, yang ada di pikiran saya adalah bagaimana saya
keluar dari situasi yang tidak mengenakkan. Adapun yang saya lakukan adalah
berusaha agar situasi bisa berubah dan menerima saya apa adanya.

Firends, yang saya lakukan supaya situasi berubah menerima saya adalah usaha
yang tidak tepat waktu itu. Mengapa ? Karena sebenarnya yang harus berubah
adalah diri saya sendiri, dan letak persoalan adalah di diri saya yang tidak mau
menerima kenyataan.

Di saat situasi sudah tidak bisa kita ubah, di saat itulah kita dihadapkan pada
kenyataan untuk mengubah diri sendiri. Pengalaman saya, mengubah diri tidak
hanya cukup dengan tekad saja. Melainkan juga harus dengan kemauan berserah
kepadaNya.

#2 Daily Bread



"We have to go for what we think we're fully capable of, not limit ourselves by
what we've been in the past." - Vivek Paul

Kita harus terus melakukan semua yang kita pikir bisa kita lakukan, dan bukannya
membatasi diri dengan yang sudah kita lakukan di masa lalu.

Semalam, saya melakukan kontemplasi untuk mengevaluasi yang sudah saya lakukan
di tahun 2010. Mata saya menjadi terbuka manakala saya menyadari bahwa banyak
hal tidak saya lakukan hanya karena saya terpaku pada keberhasilan tahun-tahun
sebelumnya. Sontak saya tertegun melihat diri saya yang pelan-pelan kembali ke
keinginan tetap berada di Zona Aman.

Zona Aman di tahun 2010 adalah tidak sama dengan zona aman saya sebelum tahun
2001. Apabila sebelum tahun 2001, saya tidak berani keluar sbg pegawai yg makan
gaji dari Boss. Di tahun 2010, zona aman saya adalah tidak berani create bisnis
baru krn -entah kenapa- saya selalu merasa tidak bisa melakukannya.

Friends, situasi yg saya alami ini terjadi karena saya mengukur kemampuan saya
berdasar yang sudah berhasil saya lakukan, dan bukan berdasar potensi yang ada
dalam diri saya. Keadaan ini kerap terjadi dan dialami oleh sebagian besar dari
kita.

Karyawan yang mengelak tugas yang diberikan boss-nya, dengan alasan tidak mampu
adalah bisa jadi karena ybs tidak menyadari kemampuan yang dimilikinya, dan
karena takut tidak bisa selesaikan maka dia mengelaknya. Hanya sayangnya ybs
tidak akan pernah tahu potensi yang sebenarnya kita miliki apabila tidak
melakukan pekerjaan yg diberikan boss-nya. Dengan kata lain, kalau ingin tahu
seberapa besar potensi kita adalah dg melakukannya. Ibaratnya atlet loncat
tinggi tidak akan pernah tahu seberapa tinggi dia bisa meloncat apabila dia
tidak menaikkan tinggi mistar yg harus diloncatinya.
#3 Daily Bread

 "Don't cry because it's over. Smile because it happened." - Dr. Seuss

Janganlah menangis karena sudah berakhir. Tersenyumlah karena sudah terjadi.

Saya dan papi mempunyai hubungan yang dekat, meskipun tidak sedekat hubungan
saya dengan mami. Sekitar 8 tahun silam, papi -yang memang sudah memasuki usia
71 tahun- sakit, dan dokter mendiagnosa bahwa papi mempunyai kanker prostat.
Kami sekeluarga sedih dan semua berupaya untuk mengobati penyakit papi, dan
berkali-kali papi harus opname untuk jalani therapy. Pada ulang tahun papi (des
2004), kami merayakan ultah papi di rumah sakit dan papi berkata "janganlah
tangisi papi kalau pergi. Papi ingin kalian tersenyum menghantar kepergian
papi".

Januari 2005, kondisi papi membaik dan papi bisa pulang ke rumah. April 2005,
kondisi papi mendadak jatuh memburuk dan semakin memburuk. Sampai akhirnya, papi
meninggalkan kami selama-lamanya.

Terus terang, saya benar-benar terpukul dengan kepergian papi. Saya merasakan
kehilangan yang amat sangat. Saya benar-benar sedih, karena papi meninggal di
saat usaha yang saya rintis sedang mulai merangkak. Sedih karena papi tidak
sempat melihat keberhasilan usaha saya. Saya merasakan beratnya beban yang saya
harus tanggung, dan saya-pun bertanya kepada Tuhan : "Tuhan, mengapa Engkau
berikan beban ini padaku ? Beban ini terlalu berat."

Mami dan kakak-kakak mengetahui bahwa kepergian papi merupakan pukulan keras
bagi saya. Berbulan-bulan saya terkurung dalam kesedihan, dan selain menjadi
pemurung, saya juga menjadi pemarah. Keadaan ini saya alami selama lebih dari
satu tahun. Di saat acara doa peringatan 2 tahun meninggalnya papi, pastor yg
diminta memimpin acara memberikan kothbah yang intinya : kita tidak boleh
menangisi terus kepergian papi, melainkan justru bahagia bahwa papi sudah
mendapat kesembuhan sempurna dari Tuhan.

Kothbah pastor itu sungguh mengena ke saya. Bagaikan petir di siang bolong yang
menggelegar dan mengagetkan saya. Saya hanya termangu sambil dalam hati berdoa :
"ya Tuhan, maafkan saya yang selama ini tidak pernah mau memahami rencanaMu.
Ternyata Tuhan sudah memberikan kesembuhan sempurna untuk papi; dan hanya karena
kekerasan hatikulah yang membuatku tidak menyadari indahnya rencanaMu. Apabila
papi tidak meninggal, papi akan lebih lama mengalami derita akibat penyakitnya.
Aku bersyukur karena Tuhan berikan yg terbaik." :)

Jangan sesali yang sudah terjadi, melainkan bersyukurlah karena sudah terjadi.

#4 Daily Bread

"You never achieve success unless you like what you are doing." - Dale Carnegie

Anda tidak akan pernah bisa berhasil apabila tidak menyukai yang dilakukan.

Seringkali kita terpaksa bekerja di bidang yang sebenarnya tidak kita sukai.
Kalau sudah demikian, dipaksa bagaimanapun juga tidak akan bisa mencapai
peningkatan karir seperti yg diinginkan.

Tidak hanya itu, dalam pendidikan-pun sama saja. Kalau tidak suka kuliah di
jurusan akuntansi dan dipaksa studi di jurusan itu, tentunya juga sulit mencapai
hasil maksimal.

Ibaratnya makan, kalau lauknya tidak sesuai selera kita, maka susah untuk makan
dengan nikmat.

Memang, segala sesuatu yang disukai akan memberikan hasil yang memuaskan.
Kitapun puas dengan yang sudah kita lakukan. Tetapi sering kita dihadapkan pada
kenyataan bahwa kita harus melakukan sesuatu yg tidak kita sukai. Kalau
demikian, bagaimana cara kita melakukan sesuatu yg tidak kita sukai menjadi
sesuatu yg kita sukai ?

Mengubah yg tidak disukai menjadi kita sukai adalah sulit. Saya juga seringkali
memilih untuk menghindari melakukan sesuatu yg tidak saya sukai. Hanya saja,
setiap kali saya menghindar, justru saya terus menerus dihadapkan pada situasi
yg tidak bisa saya hindari lagi. Akhirnya, saya jadi malas menghindar dan malah
menjadi tertantang untuk melakukan hal yang tidak saya sukai. Ada tantangan dan
akhirnya kepuasan di saat saya bisa menyelesaikannya.

Mengubah diri kita untuk menyukai yang tidak disukai adalah tidak mudah. Tapi
bukan tidak mungkin. Kita bisa mengubah yang tidak disukai menjadi disukai
apabila kita mau membuka diri kita untuk sesuatu yang tidak kita sukai. Membuka
diri ini sebenarnya adalah tindakan untuk mengurangi kecemasan yang muncul
karena kita khawatir tidak bisa menghadapi situasi yg baru. Berkurangnya
kecemasan, akan menurunkan mekanisme pertahanan ego kita dan memunculkan rasa
suka thd situasi yg baru. Rasa suka ini akan memunculkan motivasi dan akhirnya
menimbulkan kepuasaan di saat kita bisa mengatasi situasi yang baru tsb.

Dengan demikian, tidak ada yang tidak kita sukai apabila kita mau membuka diri.
Membuka diri untuk mengubah yg tidak disukai menjadi disukai, dan akhirnya bisa
menyelesaikannya dengan sebaik-baiknya.


#5 Daily Bread
 "If you view all the things that happen to you, both good and bad, as
opportunities, then you operate out of a higher level of consciousness" Les
Brown

Apabila anda melihat segala sesuatu yang terjadi -baik itu bagus atau buruk-
sebagai kesempatan, maka anda sudah mempunyai tingkat kesadaran yang tinggi.

Banyak yang percaya bahwa faktor luck berperan pada keberhasilan atau
kesuksesan; sehingga sering terdengar ucapan : "hokkie dia besar sehingga dia
bisa menang tender", dll.

Pada dasarnya, Luck itu dimiliki setiap orang. Luck akan muncul apabila energi
positif mengalir dalam diri kita, sehingga kita bisa melihat segala yang terjadi
di sekitar sebagai sebuah kesempatan. Misalnya : kita ikut seleksi penerimaan
pegawai dan gagal, kegagalan yg dialami janganlah dipandang sebagai end of the
road, melainkan anggaplah sebagai sebuah peluang untuk mengikuti seleksi yang
lain. Apabila ini kita lakukan, maka kita bisa menjadi aware akan kekurangan
kita, kemudian kita bisa adjust diri kita dan mengalirlah energi positif yang
sangat membantu utk proses seleksi yang akan diikuti. Apabila berhasil, ini
adalah luck. Kalaupun gagal, kembali kita introspeksi diri dan memahami
kekuarangan diri yg lainnya. Setelah itu barulah kita siap utk maju kembali:
atau justru kita malah memutuskan utk tidak ikut seleksi, melainkan start our
own business.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar